DBL FKKG

BAB  I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pengembangan sumber daya manusia pendidik, khususnya pengembangan professional guru, merupakan usaha mempersiapkan guru agar memiliki berbagai wawasan, pengetahuan, keterampilan, dan memberikan rasa percaya diri untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya sebagai petugas professional harus bertolak pada kebutuhan atau permasalahan nyata yang dihadapi oleh guru, agar bermakna, Undang- undang Republik Indonesia Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen pasal 20 ayat (b) mengamanatkan bahwa dalam rangka melaksanakan tugas keprofesionalanya, guru berkewajiban meningkatan dan mengembangkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. Pernyataan undang-undang di atas pada intinya mempersyaratkan guru untuk memiliki: (i) kualifikasi akademik minimum S1 atau D-IV; (ii) kompetensi sebagai agen pembelajaran yaitu kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan professional; (iii) sertifikat pendidik, undang-undang ini diharapkan memberikan suatu kesempatan yang tepat bagi guru untuk meningkatkan profesionalismenya secara berkelanjutan melalui pelatihan, penelitian, penulisan karya ilmiah, dan kegiatan professional lainnya.

Untuk mewujudkan fungsi dan tujuan tersebut pemerintah membuat Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan dan membuat Undang  Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Ruang lingkup Standar Nasional Pendidikan di antaranya Standar Proses dan Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan. Berdasarkan Peraturan Peme-rintah Nomor 19 Tahun 2005 Pasal 28 seorang Pendidik harus memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran. Pendidik seba-gai agen pembelajaran pada jenjang pendidikan dasar dan menengah serta pendidikan usia dini memiliki empat jenis kompetensi yaitu : (1) kompetensi pedagogik, (2) kompetensi kepribadian, (3) kompetensi profesional dan (4) kompetensi sosial. Pasal  29 menyatakan kualifikasi akademik seorang pendidik pada jenjang SD/MI minimum Diploma empat (D-IV) atau Sarjana (S-1).

Dengan demikian jelaslah bahwa jabatan guru atau tenaga kependidikan bukanlah hal mudah, tetapi diperlukan keahlian yang betul betul profesional, karena di pundak gurulah sebagai ujung tombak maju mundurnya pendidikan.

Undang nudang RI No 14 tentang Guru dan Dosen Bab VI pasal 8 “Guru wajib memiliki kualitas akademik, kompetensi dan sertifikasi, sehat jasmani dan rohani serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan pendidikan nasional.

Pemerintah selalu melakukan usaha peningkatan mutu guru melalui pelatihan dan tidak sedikit dana yang dialokasikan untuk latihan guru, sayangnya usaha dari pemerintah ini kurang memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan mutu guru, dua hal yang menyebabkan adalah pelatihan tidak berbasis pada permasalahan nyata di dalam kelas dan tidak diterapkanya hasil pelatihan pada pembelajaran di kelas. Disamping itu kepala sekolah jarang menanyakan hasil pelatihan dan kurang memfasilitasi forum sharing pengalaman di antara guru guru.

Perkembangan pendidikan di Kabupaten Sumedang khususnya di lingkungan pendidikan dasar masih dirasakan kurang optimal. Hal ini dapat dilihat dari beberapa hal misalnya implementasi kurikulum tingkat satuan pendidikan, kualifikasi akademik guru-gurunya, mutu lulusan yang masih jauh dari harapan, sarana dan prasarana yang belum memadai serta banyak lagi aspek-aspek pendukung pendidikan yang masih kurang.

Sejak tahun 2006 hampir semua SD yang ada di Kabupaten Sumedang sudah menggunakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) secara bertahap. Namun kenyataan di lapangan implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan belum berjalan dengan baik. Pemahaman guru terhadap KTSP belum optimal. Hal ini mungkin disebabkan kurangnya sosialisasi terutama di tingkat kecamatan sampai ke gugus-gugus sekolah,  Tim Pengembang Kurikulum yang ada kurang diberdayakan. Akibat kurangnya pemahaman terhadap KTSP, banyak SD yang menyusun dan mengembangkan kurikulum mengambil jalan pintas dengan mengadopsi secara utuh model KTSP yang dikeluarkan BSNP.

Berdasarkan kualifikasi akademiknya guru-guru SD yang ada di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang masih jauh dari harapan. Data terakhir tahun 2009 jumlah guru SD yang ada di Kabupaten Sumedang adalah 7.026 orang. Dari jumlah tersebut Guru SD yang sudah berkualifikasi akademik S 1/D4 baru 1.629 atau sekitar 23%,  dan yang belum S-1/D4 sebanyak 5.397, laki-laki 1.873 orang dan perempuan 3.524 orang atau sekitar 77%.  Jadi guru-guru SD di Kabupaten Sumedang yang belum S-1/D4 harus segera melanjutkan study untuk mencapai kualifikasi akademik S-1/D4 sebagiamana tuntutan UU Guru dan Dosen No. 14 Tahun 2005 bahwa kualaifikasi akademik guru SD minimal S-1/D4.

Gambaran lain tentang pendidikan di Kabupaten Sumedang dapat dilihat dari ketersediaan sarana dan prasarana pendukung pendidikan yang ada. Secara umum sarana dan prasarana yang ada di setiap SD kurang memadai. Data yang ada di lapangan masih ada SD yang kekurangan ruang untuk belajar/kelas, banyak SD yang belum memiliki ruang perpustakaan khusus apalagi laboratorium.

Untuk mengatasi hal tersebut di atas dan mengurangi kelemahan pelatihan konpensional yang kurang menekankan pasca pelatihan maka berikut ditawarkan Model Pembelajaran BERMUTU yang dilaksanakan di KKG yaitu model  in-service training yang lebih berfokus pada upaya pemberdayaan guru sesuai kapasitas serta permasalahan yang dihadapi masing masing. Model tersebut adalah Lesson study, PTK, Case Study suatu model pembinaan profesi pendidik melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan prinsip prinsip kolegalitas dan mutual learning untuk membangun komunitas belajar. Dengan demikian , Lesson study, PTK, Case Study bukan metoda atau strategi pembelajaran tetapi kegiatan lesson study, PTK, Case Study dapat menerapkan berbagai metoda/ strategi pembelajaran yang sesuai dengan situasi, kondisi, dan permasalahan yang dihadapi guru.

Kelompok Kerja Guru (KKG) mempunyai peran yang sangat penting dalam upaya meningkatkan kompetensi dan  profesional bagi para guru SD/MI di tingkat gugus atau kecamatan. Ruang lingkup KKG meliputi guru-guru kelas SD/MI dan guru-guru mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan, Pendidikan Agama, baik yang berstatus PNS maupun non PNS dari beberapa sekolah dalam satu gugus.

Adapun  kegiatan-kegiatan yang dapat dilaksanakan di KKG diantaranya sebagai berikut :

  1. menyusun program dan mengatur jadwal dan tempat kegiatan;
  2. memotivasi guru untuk mengikuti kegiatan KKG secara rutin;
  3. meningkatkan mutu kompetensi profesionalisme guru dalam perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran;
  4. mengembangkan program layanan supervisi akademis;
  5. mengembangkan silabus;
  6. loka karya, seminar dan sejenisnya atas dasar inovasi pembelajaran;
  7. merumuskan pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan, dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan KKG tingkat provinsi, nasional serta menjalin kolaborasi dengan stake holder.

Namun keberadaan kelompok kerja tersebut belum memberikan kontribusi yang signifikan terhadap peningkatan kompetensi guru. Berbagai kendala yang dihadapi oleh guru saat ini dalam usaha menciptakan kelompok kegiatan yang aktif dan efektif adalah sebagai berikut:

  1. manajemen kelompok kerja masih perlu ditingkatkan kualitasnya dalam upaya optimalisasi intensifikasi pembinaan kegiatan kelompok kerja;
  2. program-program kegiatan kelompok kerja masih kurang sesuai dengan kebutuhan pengembangan profesionalitas guru.
  3. dana pendukung operasional belum memadai dan kurang dimanfaatkan secara tepat;
  4. bervariasinya perhatian dan kontribusi pemerintah daerah melalui dinas pendidikan terhadap program dan kegiatan kelompok kerja guru.

Untuk mengatasi, memfasilitasi dan mengoptimalkan kegiatan-kegiatan KKG tersebut di tingkat kabupaten dibentuklah Forum Kelompok Kerja Guru (FKKG). Forum KKG adalah kegiatan pertemuan para guru Sekolah Dasar sebagai perwakilan gugus KKG untuk membahas tentang kemajuan, tantangan, hasil yang dicapai, serta rencana perbaikan penyelenggaraan kegiatan KKG. Pada awalnya di Kabupaten Sumedang haya dibentuk 1 (satu) Forum KKG yaitu FKKG Sumedang, namun sesuai kebutuhan berkembang menjadi 2 (dua) Forum yaitu FKKG 1 Sumedang dan FKKG II Sumedang.

Forum Kelompok Kerja Guru (FKKG) 1 Sumedang bertekad meningkatkan peran dan pungsinya sebagai wadah bagi guru peserta FKKG untuk membangun jejaring (network), koordinasi, membahas masalah dan merumuskan solusi, melakukan refleksi dan apresiasi, serta rencana perbaikan penyelenggaraan kegiatan KKG.

Kegiatan ini tentunya mendapat dukungan dari berbagai pihak terkait, di ataranya Dinas Pendidikan Kabupaten dengan diterbitkannya SK Kepengurusan FKKG 1 Sumedang, sosialisasi dan bimbingan penyusunan Proposal sampai dengan memfasilitasi pengajuan proposal ke LPMP. Kepala SD Negeri Cikoneng yang telah mengijinkan dijadikan sekretariat FKKG 1 Sumedang dan pihak lainnya.

Dana untuk kegiatan diperoleh dari Iuran KKG . Besarnya ditentukan berdasakan hasil musyawarah.

Kegiatan yang telah dilaksanakan di FKKG 1 Sumedang pada tahun 2009 baru bersifat koordinasi dan penyampaian-penyampaian informasi berkait dengan perkembangan kegiatan Program BERMUTU. Kegiatan FKKG 1 dipusatkan di sekretariat FKKG yaitu SD Negeri Cikoneng yang beralamat di Jln Sumedang-Wado Km 05 Kecamatan Ganeas Kabupaten Sumedang.

Berdasarkan uraian di atas, jelas sekali bahwa KKG salah satu wadah untuk meningkatkan kompetensi dan kualifikasi akademik guru tersebut perlu diberdayakan secara optimal.  Dengan demikian kami segenap Pengurus dan Anggota FKKG 1 Sumedang menyambut dengan baik program pemerintah dalam hal ini Dirjen PMPTK melalui Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) yang akan melaksanakan Program Better Education through Reformed Managemant and Univesal Teacher Upgrading (BERMUTU) dengan dibiayai oleh Dana Bantuan Langsung (DBL).  Sebagai langkah awal kami Pengurus FKKG 1 Sumedang  mencoba menyikapinya dengan membuat program kegiatan BERMUTU untuk FKKG.

B. Tujuan

Tujuan kegiatan yang direncanakan di FKKG 1 Sumedang melalui kegiatan BERMUTU adalah sebagai berikut :

  1. menyelenggarakan rapat koordinasi minimal sebanyak 2 (dua) kali dalam satu tahun dan membuat laporan kegiatan hasil rapat koordinasi sebanyak 2 (dua) rangkap;
  2. menyelenggarakan kegiatan observasi dan evaluasi KKG oleh anggota FKKG dan membuat laporan tertulis hasil observasi dan evaluasi sebanyak 2 (dua) rangkap;
  3. menyeleksi 3 (tiga) hasil kegiatan terbaik dari KKG peserta yang didasarkan pada hasil kajian terhadap semua laporan hasil kegiatan yang disampaikan oleh masing-masing KKG peserta, minimal 3 (tiga) hasil terbaik;
  4. menyusun laporan hasil on-service dan rekomendasi yang dibuat fasilitator sebanyak 4 (empat) rangkap;
  5. menyusun strategi implementasi pemecahan masalah dan rencana pembelajaran 1 (satu) tahun dari masing-masing gugus KKG sebagai anggota FKKG;
  6. menerbitkan buletin sebanyak 2 (dua) kali dalam setahun.

C. Hasil  Yang  Diharapkan

Hasil yang diharapkan setelah kegiatan ini adalah:

  1. terselenggaranya rapat koordinasi minimal sebanyak 2 (dua) kali dalam satu tahun dan membuat laporan kegiatan hasil rapat koordinasi sebanyak 2 (dua) rangkap;
  2. terselenggaranya kegiatan observasi dan evaluasi KKG oleh anggota FKKG dan membuat laporan tertulis hasil observasi dan evaluasi sebanyak 2 (dua) rangkap;
  3. terseleksinya 3 (tiga) hasil kegiatan terbaik dari KKG peserta yang didasarkan pada hasil kajian terhadap semua laporan hasil kegiatan yang disampaikan oleh masing-masing KKG peserta, minimal 3 (tiga) hasil terbaik;
  4. tersusunnya laporan hasil on-service dan rekomendasi yang dibuat fasilitator sebanyak 4 (empat) rangkap;
  5. tersusunnya strategi implementasi pemecahan masalah dan rencana pembelajaran 1 (satu) tahun dari masing-masing gugus KKG sebagai anggota FKKG;
  6. diterbitkannya buletin sebanyak 2 (dua) kali dalam setahun.

D. Sasaran

Sasaran dari kegiatan ini adalah para guru SD/MI di tingkat kabupaten sebagai perwakilan KKG. Anggota  Forum Kelompok Kerja Guru (FKKG) 1 Sumedang adalah 2 orang perwakilan dari 28 KKG Wilayah I Sumedang yang menerima DBL , 1 orang perwakilan guru kelas rendah dan 1 orang perwakilan guru kelas tinggi sehingga jumlahnya 56 orang dengan rincian sebagai berikut :

DATA KKG DAN PESERTA FKKG 1 SUMEDANG

TAHUN 2009/2010

No Kecamatan Nama KKG Anggota FKKG Jumlah
Kelas Bawah Kelas Tinggi
1. Sumedang Utara KKG Gugus I Sumedang Utara 1 1 2
2. Sumedang Selatan KKG Gugus I Pasanggrahan 1 1 2
3. Ganeas KKG Gugus I Cikoneng 1 1 2
4. Situraja KKG Gugus II Babakanbandung 1 1 2
5. Cisitu KKG Gugus I Corenda 1 1 2
6. Cibugel KKG Gugus I Cibugel 1 1 2
7. Rancakalong KKG Gugus 2 Rancakalong 1 1 2
8. Pamulihan KKG Al-Hikmah Cigendel 1 1 2
9. Tanjungsari KKG Cut Nyak Dien 1 1 2
10. Sukasari KKG Gugus II Manglayang 1 1 2
11. Jatinangor KKG Gugus I Sayang 1 1 2
12. Cimanggung KKG Gugus II Santaka 1 1 2
13. Sukasari KKG Gugus I Sukasari 1 1 2
14. Sumedang Utara KKG Gugus III Sumedang Utara 1 1 2
15. Sumedang Utara KKG Gugus IV Sumedang Utara 1 1 2
16. Sumedang Utara KKG Gugus V Sumedang Utara 1 1 2
17. Sumedang Selatan KKG Gugus II Sumedang Selatan 1 1 2
18. Sumedang Selatan KKG Gugus III Sumedang Selatan 1 1 2
19. Rancakalong KKG RA. Kartini Gugus II 1 1 2
20. Pamulihan KKG Gugus II Panutan Haurngombong 1 1 2
21. Tanjungsari KKG Gugus I Tanjungsari 1 1 2
22. Tanjungsari KKG Gustic Gugus III 1 1 2
23. Jatinangor KKG Gugus III 1 1 2
24. Jatinangor KKG Gugus IV Cibeusi 1 1 2
25. Cimanggung KKG Gugus III Cimanggung 1 1 2
26. Cisitu KKG Gugus III Nanggerang 1 1 2
27. Situraja KKG Gugus Ambit 1 1 2
28. Ganeas KKG Gugus II Ganeas 1 1 2
Jumlah 28 28 56

 

E. Manfaat

Manfaat yang dapat diambil dari kegiatan BERMUTU di FKKG 1 Sumedang  ini adalah:

  1. dapat terselenggaranya rapat koordinasi minimal sebanyak 2 (dua) kali dalam satu tahun dan membuat laporan kegiatan hasil rapat koordinasi sebanyak 2 (dua) rangkap;
  2. dapat terselenggaranya kegiatan observasi dan evaluasi KKG oleh anggota FKKG dan membuat laporan tertulis hasil observasi dan evaluasi sebanyak 2 (dua) rangkap;
  3. dapat terseleksinya 3 (tiga) hasil kegiatan terbaik dari KKG peserta yang didasarkan pada hasil kajian terhadap semua laporan hasil kegiatan yang disampaikan oleh masing-masing KKG peserta, minimal 3 (tiga) hasil terbaik;
  4. dapat tersusunnya laporan hasil on-service dan rekomendasi yang dibuat fasilitator sebanyak 4 (empat) rangkap;
  5. dapat tersusunnya strategi implementasi pemecahan masalah dan rencana pembelajaran 1 (satu) tahun dari masing-masing gugus KKG sebagai anggota FKKG;
  6. dapat diterbitkannya buletin sebanyak 2 (dua) kali dalam setahun.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

DESKRIPSI PROGRAM DALAM SATU TAHUN TERAKHIR

A. Strategi dan Metoda Pelaksanaan

Strategi dan metode yang digunakan dalam kegiatan di Forum Kelompok Kerja Guru (FKKG) Sumedang pada tahun pertama terbentuk berupa rapat koordinasi dan penyampaian informasi saja.

 

B. Dokumentasi Kegiatan dan Pelaporan

Dokumentasi kegiatan  yang ada baru berupa daftar hadir pertemuan (terlampir)

C. Kualitas Program

Prgram kegiatan FKKG Sumedang (sekarang FKKG 1 dan II Sumedang) yang dilaksanakan pada tahun pertama atau 1 (satu) tahun terakhir, belum mengacu pada Buku Panduan DBL. Kegiatan di FKKG lebih banyak bersifat koordinasi antar Pengelola KKG se-Kabupaten Sumedang dan penyampaian informasi-informasi tentang pelaksanaan Program BERMUTU Tahun 2009.

D. Frekuensi Kegiatan

Kegiatan pertemuan di FKKG 1 Sumedang pada tahun pertama dilakukan sesuai dengan kebutuhan, terutama jika ada hal-hal yang perlu segera dikoordinasikan berkait dengan pelaksanaan Program BERMUTU.

Kegiatan yang telah dilakukan selama tahun pertama FKKG dibentuk + 6 kali pertemuan.

E. Keterlibatan Peserta

Keterlibatan peserta dalam kegiatan yang dilakukan di FKKG 1 Sumedang pada tahun perta sangat baik, hal ini terbukti dari tingkat kehadiran para pengelola KKG dalam setiap pertemuan hampir mencapai 90%.

F. Gambaran Pelaksanaan Program Kerja

Seperti telah diuraikan sebelumnya, kegiatan yang dilaksanakan di FKKG Sumedang (sekarang FKKG 1 dan II Sumedang) pada tahun pertama terbentuk haya bersifat koordinasi antara para Pengelola KKG penerima DBL dan penyampaian informasi-informasi terkait perkembangan pelaksanaan Program BERMUTU. Berikut kami akan uraian beberapa pertemuan yang telah dilaksanakan.

Pada tanggal 4 Agustus 2009 bertempat di SMP Negeri 1 Sumedang dilakasanakan pertemuan para Ketua KKG penerima DBL Program BERMUTU. Adapun materi pokok penyampaian hasil Diklat DCT di Aston Marina Jakarta dan pada saat itu pula dilakukan pembentukan Forum Kelompok Kerja Guru Sumedang yang selanjutnya disingkat FKKG Sumedang sekarang berkembang sesuai wilayah menjadi Forum Kelompok Kerja Guru (FKKG) Wilayah I Kabupaten Sumedang.

Pada tanggal 22 Desember 2009   bertempat di KKG “Al Hikmah” Kecamatan Pamulihan dilaksanakan pertemuan antara para Ketua KKG membahas tentang pembuatan pelaporan tahap pertama.

Pada tanggal 15 Februari 2010  bertempat di SDN Cikoneng Kecamatan Ganeas dilaksanakan pertemuan antara para Ketua, Sekretaris, dan Bendahara serta Pemandu KKG membahas tentang temuan-temuan dari hasil pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi yang telah dilakukan Tim Monev LPMP.

Pada tanggal 14 April 2010 bertempat di SD Negeri Margamukti Kecamatan Cimalaka dilaksanakan pertemuan Bimbingan Teknik Penyusunan Laporan Pertanggungjawaban Program BERMUTU dengan mendatangkan Narasumber dari LPMP Jawa Barat. Peserta kegiatan ini para Ketua, Bendahara dan Sekretaris KKG penerima DBL se-Kabupaten Sumedang.

Pada tanggal 7 Mei 2010 pukul 13.00 – 16.00 WIB bertempat di SD Negeri Cikoneng Kecamatan Ganeas dilaksanakan diskusi penyusunan proposal tahap II dan penyampaian informasi hasil mengikuti sosialisasi PPKHB di Hotel Talagasari Bandung.

G. Tempat Pelaksanaan

Kegiatan Forum Kelompok Kerja Guru (FKKG) 1 Sumedang dilaksanakan di SD Negeri Cikoneng dengan alamat Jln Raya Sumedang-Wado Km 05 Kecamatan Ganeas Kabupaten Sumedang .

BAB III

RENCANA PELAKSANAAN PROGRAM FORUM KKG

MELALUI PROGRAM BERMUTU TAHUN 2010

A.   Rencana Program FORUM KKG

No Kegiatan Tujuan Sasaran Indikator Tagihan Sumber Dana Jadwal Kegiatan Nara-sumber/penyaji
DBL Disdik Kab/ Kota Sumber lain
A Pertemuan Koordinasi
1 Pertemuan Ke-1 Membahas masalah, merumuskan solusi, refleksi, apresiasi, dan diseminasi hasil KKG. Perwakilan  KKG, @ 2 orang / KKG –     terselenggaranya rapat koordinasi yang dihadiri oleh perwakilan tiap KKG (2 orang tiap KKG)-     tersusunnya strategi implementasi pemecahan masalah dan rencana pembelajaran 1 (satu) tahun dari masing-masing  KKG sebagai anggota FKKG –      laporan kegiatan hasil rapat koordinasi-      strategi implementasi pemecahan masalah

–      rencana pembelajaran 1 (satu) tahun dari masing-masing  KKG sebagai anggota FKKG

MingguKe-2

Agustus

2010

LPMP
2 Pertemuan ke-2 Membahas masalah, merumuskan solusi, refleksi, apresiasi, dan diseminasi hasil KKG. Perwakilan  KKG, @ 2 orang / KKG –     terselenggaranya rapat koordinasi yang dihadiri oleh perwakilan tiap KKG (2 orang tiap KKG)-     tersusunnya strategi implementasi pemecahan masalah dan rencana pembelajaran 1 (satu) tahun dari masing-masing  KKG sebagai anggota FKKG –      laporan kegiatan hasil rapat koordinasi-      strategi implementasi pemecahan masalah

–      rencana pembelajaran 1 (satu) tahun dari masing-masing  KKG sebagai anggota FKKG

MingguKe-2

Desember

2010

DCT
B OnserviceOnservice:Kunjungan ke masing-masing KKG yang dilaksanakan 8 kunjungan per tahun
1 Kunjungan Ke-1 melakukan observasi kegiatan KKG, pemetaan profil kekuatan dan kelemahan KKG, serta pemberian rekomendasi bagi KKG yang dikunjungi KKG Gugus 1 Sumedang Utara dan KKG Gugus I Pasanggrahan  (dua mapel berbeda) terselenggaranya kegiatan observasi dan evaluasi  KKG oleh anggota FKKG –  laporan tertulis hasil observasi dan evaluasi sebanyak 2 (dua) rangkap setiap kunjungan yang berisi :a.     observasi kegiatan KKG,

b.     pemetaan profil kekuatan dan kelemahan KKG, serta

c.     pemberian rekomendasi bagi KKG yang dikunjungi

–      laporan kegiatan on-service dan rekomendasi, yang dibuat oleh fasilitator sebanyak 4 (empat) rangkap

 

MingguKe-2

September

2010

FKKG
2 Kunjungan ke-2 melakukan observasi kegiatan KKG, pemetaan profil kekuatan dan kelemahan KKG, serta pemberian rekomendasi bagi KKG yang dikunjungi KKG Gugus I Cikoneng dan KKG Gugus II Babakan bandung(dua mapel berbeda) terselenggaranya kegiatan observasi dan evaluasi  KKG oleh anggota FKKG MingguKe-4

September

2010

FKKG
3 Kunjungan ke-3 melakukan observasi kegiatan KKG, pemetaan profil kekuatan dan kelemahan KKG, serta pemberian rekomendasi bagi KKG yang dikunjungi KKG Gugus I Corenda dan KKG Gugus I Cibugel (dua mapel berbeda) terselenggaranya kegiatan observasi dan evaluasi  KKG oleh anggota FKKG MingguKe-2

Oktober

2010

FKKG
4 Kunjungan ke-4 melakukan observasi kegiatan KKG, pemetaan profil kekuatan dan kelemahan KKG, serta pemberian rekomendasi bagi KKG yang dikunjungi KKG Gugus 2 Rancakalong dan KKG Al-Hikmah Cigendel(dua mapel berbeda) terselenggaranya kegiatan observasi dan evaluasi  KKG oleh anggota FKKG MingguKe-4

Oktober

2010

FKKG
5 Kunjungan ke-5 melakukan observasi kegiatan KKG, pemetaan profil kekuatan dan kelemahan KKG, serta pemberian rekomendasi bagi KKG yang dikunjungi KKG Cut Nyak Dien dan KKG Gugus II Manglayang (dua mapel berbeda) terselenggaranya kegiatan observasi dan evaluasi  KKG oleh anggota FKKG MingguKe-2

Nopember

2010

FKKG
6 Kunjungan ke-6 melakukan observasi kegiatan KKG, pemetaan profil kekuatan dan kelemahan KKG, serta pemberian rekomendasi bagi KKG yang dikunjungi KKG Gugus I Sayang dan KKG Gugus II Santaka (dua mapel berbeda) terselenggaranya kegiatan observasi dan evaluasi  KKG oleh anggota FKKG –  laporan tertulis hasil observasi dan evaluasi sebanyak 2 (dua) rangkap setiap kunjungan yang berisi :a.        observasi kegiatan KKG,

b.       pemetaan profil kekuatan dan kelemahan KKG, serta

c.        pemberian rekomendasi bagi KKG yang dikunjungi

–      laporan kegiatan on-service dan rekomendasi, yang dibuat oleh fasilitator sebanyak 4 (empat) rangkap

 

MingguKe-4

Nopember 2010

FKKG
7 Kunjungan ke-7 melakukan observasi kegiatan KKG, pemetaan profil kekuatan dan kelemahan KKG, serta pemberian rekomendasi bagi KKG yang dikunjungi KKG Gugus IV Sumedang Utara  dan KKG Gugus II Sumedang Selatan terselenggaranya kegiatan observasi dan evaluasi  KKG oleh anggota FKKG MingguKe-2

Desember

2010

FKKG
8 Kunjungan ke-8 melakukan observasi kegiatan KKG, pemetaan profil kekuatan dan kelemahan KKG, serta pemberian rekomendasi bagi KKG yang dikunjungi KKG Gugus I Tanjungsari dan KKG Gugus IV Cibeusi terselenggaranya kegiatan observasi dan evaluasi  KKG oleh anggota FKKG MingguKe-4

Desember

2010

FKKG
C Pengkajian
1 Pengkajian Hasil KKG –    Mengkaji hasil KKG-    memilih 3 (tiga) karya terbaik di dalam kegiatan KKG , dan

–    memberi rekomendasi untuk penyempurnaan.

–    Selanjutnya karya tersebut dikirim ke KKKS, Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan jika ada ke forum/simposium/ workshop guru di tingkat provinsi

Pengurus Forum terseleksinya 3 (tiga) hasil kegiatan terbaik dari KKG peserta yang didasarkan pada hasil kajian terhadap semua laporan hasil kegiatan yang disampaikan oleh masing-masing KKG peserta, minimal 3 (tiga) hasil kegiatan terbaik Tiga Pilihan hasil kegiatan terbaik dari KKG peserta   MingguKe-4

Januari

2011

FKKG
D Pengembangan dan Pencetakan Buletin
1 Buletin ke-1 Untuk mengumpulkan tulisan hasil kegiatan, hasil evaluasi, hasil pengalaman menarik, dan kegiatan lainnya yang sifatnya peningkatan kompetensi guru di KKG dan FKKG  Seluruh sekolah anggota   KKG dari peserta Forum KKG  Terbitnya buletin ke-1, yang dibagikan ke  masing-masing sekolah anggota KKG mendapatkan 2 (dua) eksemplar Buletin Minggu ke-4 Agustus 2011 FKKG
2 Buletin Ke-2  Terbitnya buletin ke-2, yang dibagikan ke  masing-masing sekolah anggota KKG mendapatkan 2 (dua) eksemplar Buletin MingguKe-4

April 2011

FKKG

B.      Metode Pembelajaran

Beberapa metode yang direncanakan dalam kegiatan ini antara lain,

  • Pemaparan/ Presentasi
  • diskusi
  • brainstorming (curah pendapat),
  • tanya jawab dan
  • study visit

C.      Tempat pelaksanaan

Tempat pelaksanaan kegiatan Forum Kelompok Kerja Guru (FKKG) 1 Sumedang dipusatkan di Sekretariat FKKG 1 Sumedang yaitu SD Negeri Cikoneng Jln. Sumedang-Wado Km 05 Kecamatan Ganeas Kabupaten Sumedang.

D.     Monitoring dan evaluasi pelaksanaan program

Monitoring dan evaluasi dilaksanakan oleh pihak internal dan eksternal dengan waktu yang bersifat terjadwal maupun spontan. Evaluasi dilaksanakan secara bertahap, dari tahap perencanaan program, pelaksanaan, dan akhir program.

 

E.      Rencana Pelaporan

Pelaporan hasil kegiatan Forum KKG 1 Sumedang tentang program BERMUTU akan dibuat dalam bentuk laporan triwulan, laporan semester dan laporan akhir kegiatan setelah seluruh kegiatan selesai dilaksanakan. Pelaporan kegiatan akan disampaikan kepada pihak yang terkait terutama pemberi dana.

F.       Hasil Yang Diharapkan dari  Forum KKG

  1. terselenggaranya rapat koordinasi minimal sebanyak 2 (dua) kali dalam 1 (satu) tahun dan membuat laporan kegiatan hasil rapat koordinasi sebanyak 2 (dua) rangkap;
  2. terselenggaranya kegiatan observasi dan evaluasi  KKG oleh anggota FKKG dan membuat laporan tertulis hasil observasi dan evaluasi sebanyak 2 (dua) rangkap;
  3. terseleksinya 3 (tiga) hasil kegiatan terbaik dari KKG peserta yang didasarkan pada hasil kajian terhadap semua laporan hasil kegiatan yang disampaikan oleh masing-masing KKG peserta, minimal 3 (tiga) hasil kegiatan terbaik;
  4. tersusunnya laporan kegiatan on-service dan rekomendasi, yang dibuat oleh fasilitator sebanyak 4 (empat) rangkap;
  5. tersusunnya strategi implementasi pemecahan masalah dan rencana pembelajaran 1 (satu) tahun dari masing-masing  KKG sebagai anggota FKKG;
  6. diterbitkannya buletin sebanyak 2 (dua) kali dalam setahun. Pada setiap penerbitan, masing-masing sekolah anggota KKG mendapatkan 2 (dua) eksemplar.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


BAB IV

PENUTUP

Memperhatikan uraian pada Bab sebelumnya jelas dan tegas bahwa Kelompok Kerja Guru (KKG) sebagai wadah/bengkel pembinaan profesional guru, agar dapat berkontribusi dengan baik harus diberdayakan sebagaimana mestinya. Dengan program revitalisasi KKG yang digulirkan pemerintah pada tahun kedua ini semoga dapat lebih meningkatkan  peran dan fungsi KKG dan keberadaannya dapat dimanfaatkan oleh guru-guru sebagaimana mestinya.

Keberadaan Forum Kelompok Kerja Guru (FKKG) semoga dapat membantu memfasilitasi pengembangan KKG sehingga peran dan fungsi KKG akan lebih terasa manfaatnya oleh guru dalam rangka peningkatan kualitas profesional sehingga berdampak pada peningkatan prestasi peserta didik.

19

Penyaluran Dana Bantuan Langsung (DBL) kepada FKKG yang dilakukan oleh Pemerintah (Dirjen PMPTK) melalui LPMP sangat berdampak positif dan sangat diperlukan dalam rangka memberdayakan FKKG sebagai forum pembinaan profesional guru di tingkat kabupaten. Oleh karena itu kami Pengurus FKKG 1 Sumedang menyambut dengan baik dan sangat berharaf sekali  DBL untuk FKKG dapat dikabulkan dan segera dicairkan.

3 Tanggapan

  1. terima kasih atas kegiatan forum yang telah di tampilkan sebagai wawasan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: